Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh..
Seperti yang kawan-kawan ketahui, gue dan Andi adalah termasuk pasangan bangkotan yang sudah merenda kasih sejak kuliah dulu.. hampir 6 tahun yang lalu.. kalo nyicil motor mio sudah lunas dua kali. Sungguh sangat tidak patut dicontoh yah adek-adek!
6 tahun memang waktu yang tergolong lama buat orang pacaran untuk memutuskan menikah.. Bukan berarti kami nggak ingin menikah sejak 3 atau 4 tahun yang lalu. Tapi, seberapapun kami ingin, jika Allah menghendaki kami untuk menikah di usia seperempat abad ini ya mau gimana lagi.. Alhamdulillah..
Selama 6 tahun itu, untuk bisa sampai pada keputusan menikah tahun ini, kami sudah melalui berbagai aral melintang yang mungkin kalo nggak sabar-sabar amat mah gue udah nikah sama Kim Soo Hyun dan udah punya anak 3! hahaha.. Dan selama itu pula gue sering dibombardir pertanyaan 'kapan nikah?' oleh para manusia-manusia kepo yang kurang kerjaan dan mungkin kebanyakan cicilan.
Pertanyaan: 'kapan nikah?'
Cuuung, siapa yang sudah tak sanggup menanggapi pertanyaan 'kapan nikah'?
Kalau ada paguyuban Wanita Yang Tak Ingin Ditanya Kapan Nikah (WYTIDKN) mungkin gue mau nyalonin diri jadi ketua! haahaha..
Di usia yang 25 ini, gue ibarat kata sudah makan asam garam ditanya kapan nikah.
Inilah level jawaban yang gue lontarkan selama diganjar pertanyaan 'kapan nikah?':
- Level 'nanti ah masih muda' :
Ini adalah jawaban yang gue lontarkan ketika usia gue
masih awal 20-an yang mana baru tahun pertama menjalin cinta sama Andi. Ada
kalanya jawaban ini dilengkapi dengan kalimat 'lo aja dulu deh'. Karena
kebanyakan yang nanya kapan nikah juga belum nikah. hahahaha
- Level 'pengen kerja dulu, nikah mah nanti' :
Nah, kalo jawaban ini terucap ketika gue baru lulus
kuliah dan sedang terserang penyakit bosen nganggur . Walaupun, saat gue lagi
stres-stresnya nyari kerjaan rasanya pengan nikah aja gitu tapi Andinya belum
mau nikahin gue. hahaha
- Level 'doain aja yaaaaaa' :
Sumfah, ini jawaban yang klise abis! Tapi inilah
jawaban yang paling aman dan mencerminkan kalo lo sudah dewasa dalam
menyikapi pertanyaan-pertanyaan kepo tersebut. Di level ini, usia gue kira-kira
22 atau 23 tahun yang mana banyak teman yang sudah menikah bahkan punya anak..
dan di situlah letak ngeselinnya. *mulai emosi*. Wahai temanku yang sudah
menikah dan berbahagia, mungkin pertanyaan ‘kapan nikah’ darimu hanya kamu
anggap sekedar pertanyaan basa-basi atau seringkali kamu bilang ‘anggap saja
doa’.. Tapi menurut kami yang belum menikah, 1-2 kali kami bisa memakluminya,
tapi seiring seringnya kamu melontarkan pertanyaan itu kamipun ingin berubah
jadi Son Goku terus kamehameha-in kamu ke Sukaraja!
- Level ‘Kamu kapan mati’:
Ini sih sudah klimaks abis gaes! Jawaban ini biasanya
akan terlontar saat gue udah muak ditanya ‘kapan nikah’ dan pengen pergi ke
Africa aja bareng Big Cola. Perlu kita ketahu, hidup mati jodoh rejeki adalah
takdir Allah yang tak satupun orang yang tahu. Apa kamu menganggap kami yang
belum menikah ini Tuhan yang tahu kapan kami akan nikah?? Silahkan dicoba saat
ada yang tanya ‘kapan nikah?’ terus lo tanya balik aja ‘kapan mati?’. Niscaya
orang tersebut akan terhenyak dan mengakhiri hubungan pertemanannya dengan lo..
hahahaha
Dan pada
akhirnya, tiba saatnya gue pun cuma nyengir kuda kalo ada yang nanya ‘kapan
nikah?’. Karena menurut gue, itu pertanyaan yang gak perlu dijawab. Pertanyaan
tersebut gak punya bobot sama sekali, jadi haruskah gue ikut-ikutan ngasih
jawaban yang gak berbobot juga?
Dear
teman-teman yang kepo dan sering bertanya ‘kapan nikah?’, berhentilah
mengajukan pertanyaan seperti itu. Pertanyaan ‘kapan nikah?’ bukanlah suatu
bentuk perhatian, tapi hanya keingintahuan kalian yang sangat ingin terpuaskan
oleh jawaban kikuk kami yang belum menikah. Jika memang ingin perhatian, banyak
pertanyaan lain yang lebih berbobot. Cobalah tanya ‘Sudah buang air besarkah
hari ini?’. Menurut gue, itu pertanyaan yang tulus dan penuh kasih sayang..
Bayangkan, ada orang yang begitu memperhatikan kesehatan lo sampe nanyain lo
udah BAB belum hari ini karena dia tahu BAB adalah nikmat sehat yang tak bisa
kita pungkiri. *mulai tidak fokus sodara*
Jadi pada
intinya,
Wahai
temanku yang selalu bertanya ‘kapan nikah?’ dan menganggap pertanyaan kalian
adalah doa, berhentilah.. Doakanlah kami yang belum menikah dalam diam, dalam
solatmu, dalam setiap genggaman tanganmu saat menyapa kami.. karena
setulus-tulusnya doa adalah dalam diam. Dan jangan lupa, sertakan dukungan
kalian dalam bentuk semangka buat resepsi.. bhahahaha
Post ini ditulis di kantor dan di jam kantor karena si bos lagi ke luar kota.
Salam
Cantik.